Dunia Kerja Itu…


Dulu, ketika masih anak-anak, SD bahkan hingga SMP, jarang sekali kita (atau mungkin cuma saya ya? :lol:) berpikir tentang bagaimana dunia kerja nanti. Semasa SMP, dengan mudahnya saya berpikir kelak akan menjadi musisi terkenal, bermain band, dapet duit dari bermain musik, sungguh senang. Tapi nyatanya, dunia tidak segampang itu broer!

Singkat kata, baru ketika SMA saya berpikir tentang apa yang kelak saya lakukan di dunia kerja, atau saat-saat nanti ketika saya bekerja. Pernah terbersit keinginan untuk menjadi seorang penulis, karena saat itu saya lagi getol2-nya baca majalah sastra ‘Horizon‘ (bahkan sampe membawa banyak majalah Horizon dari perpus, dan nggak dikembalikan, :lol:). Keinginan untuk sukses dan berkarya di dunia musik juga masih hidup saat itu. Citac-cita untuk menjadi kartunis, wartawan olahraga, sempat mampir juga di pikiran.

Akhirnya, ketika lulus SMA dan duduk di bangku kuliah semester awal, saya merasakan apa itu namanya kerja (meski profesionalitasnya diragukan). Menjadi guru les privat anak-anak SD. Penghasilannya lumayan, tapi mungkin karena bukan panggilan jiwa dan karena jiwa ‘Rock N Roll’ tertanam di tubuhku (qwqwqwqwq), saya sering bolos ngajar dan malas-malasan saat memberikan les mapel pada murid2 privat. Setelah hampir setengah tahun, di semester kedua masa kuliah, ada tawaran untuk menjadi penyiar radio di salah satu pioneer radio komunitas di kota kecilku, PeZona FM. Penyiar..??? Sesuatu yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Entah karena takdir atau apa, yang jelas saat ini saya berkarir di dunia Radio (melenceng jauh dari pendidikan formal yang saya sandang). Tidak main-main, karena radio tempat saya bekerja sekarang adalah Radio Patria FM Blitar, jaringan Radio Mayangkara, terbesar di karisidenan Kediri (Jawa Timur? Bisa jadi). Dari keseluruhan pengalaman kerja yang saya alami, mulai dari Radio Komunitas, Sekolah Dasar, hingga sekarang, ada beberapa kesamaan yang saya temui didalamnya.

1. Rivalry

Ya, bahkan di dalam satu naungan organisasi-pun, hal yang seperti ini selalu ada. Selalu ada orang yang tidak menyukai kita, dan selalu ada orang yang tidak kita sukai. Berapapun kadar rivalitas itu, sejauh ini tidak menjadi masalah dan tidak mengganggu kinerja saya. Rivalitas adalah persoalan mental. Kalian yang belum bekerja harus siap dengan hal ini, karena sangat mungkin, orang yang menganggap kita rival, punya seribu jurus untuk menjatuhkan kita di mata pimpinan.

2. Subjectivity

Penilaian atasan kita terkadang tidak obyektif. Ada dua faktor yang mendasari hal ini: 1) Senioritas, 2) Faktor like and dislike (suka dan tidak suka). Faktor yang pertama sudah jelas, semakin lama anda bekerja dalam suatu organisasi/perusahaan, semakin anda mengenal siapa lawan anda dan siapa pimpinan anda. Sehingga, ada jutaan cara untuk ‘terlihat baik’ di mata pimpinan. Faktor kedua tak jauh beda. Pimpinan bisa menyukai kita jika kita selalu nurut, tidak pernah komplain, dan selalu ‘terlihat baik’. Dari hal ini mungkin akan muncul istilah ‘Cari muka’. Anda yang mau masuk dunia kerja, siapkan mental menghadapi rekan yang seperti ini.

3. Judgement

Singkat saja. Sangat mungkin anda yang berada di posisi paling bawah dalam sebuah organisasi, memiliki kemampuan yang jauh lebih unggul daripada mereka yang berada diatas anda. Kembali lagi ke subyektifitas, pimpinan terkadang hanya menilai kita dari senioritas, bukan kemampuan. Dalam dunia kerja, seringkali anda dihormati karena senioritas anda, bukan karena kemampuan anda.

4. Friendship

Mungkin tiga hal sebelum yang keempat ini terkesan negatif. Tapi dalam dunia kerja anda juga akan menemukan arti sebuah pertemanan. Anda akan menemui, dan memahami, siapa yang benar-benar teman dan siapa yang ‘hanya’ teman. Teman yang sejati adalah teman yang ada saat kita susah maupun senang. Teman ‘abal-abal’ adalah teman yang hanya ada ketika dia membutuhkan kita dan merasa butuh dengan kita. Be wise, a friend can also be an enemy.

Nah, itu dulu. Semoga bermanfaat. Oiya, ini cuma berdasarkan pengalaman lho… Jadi jangan diartikan bahwa tempat kerja atau dunia kerja yang saya diami sekarang memiliki situasi-situasi diatas. Tulisan ini hanya untuk memberikan sedikit pengetahuan bagi mereka yang belum benar-benar masuk dunia kerja. Karena kerja ibarat menikah, kita harus mengenal dulu, agar tidak kaget nantinya ketika masuk dunia kerja. Peace & Respect!

About igo_adrian

I'm a dreamer, I'm a gamer, I'm a musician, I'm an artist, I'm Virgo A'raaf. View all posts by igo_adrian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: