Ritual Siraman Gong Kyai Pradah


Hallo, readers..!!!

Kalian tahu nggak tradisi tahunan yang digelar di Kota tercinta, Blitar? Yup, tradisi atau kebudayaan khas Blitar saat bulan Rabiul Awal (Maulid) adalah Siraman Gong Kyai Pradah. Mbah Palil, juru kunci Gong Kyai Pradah yang sudah menjabat selama 30 tahun lebih (sebagai juru kunci) bercerita kepada saya. Begini ceritanya…😉

Menurut cerita sesepuh Desa, yang akrab disebut warga setempat dengan Mbah Palil itu, Gong Kyai Pradah merupakan sebuah senjata milik seorang prabu bernama Kyai Bicak dari Kerajaan Mataram Surakarta (Kartosuro). Lantas, atas hukuman dari ayah Sang Prabu, bernama Sri Paku Buwono I, datanglah Pangeran Prabu ke Lodoyo.

Saat Pangeran Prabu datang, kondisi wilayah Lodoyo tak hanya berupa hutan lebat, tapi juga masih wingit (angker). Bahkan banyak dihuni binatang buas. Pangeran Prabu kemudian membawa pusaka kerajaan berupa sebuah gong dan empat bendhe, yang kemudian disebut sebagai Gong Kyai Pradah atau Gong Kyai Bicak. Dengan tujuh kali memukul gong itu, binatang buas di sana bisa jinak, dan keangkeran Lodoyo berhasil ditaklukkan. Warga pun bisa hidup tentram.

Selang beberapa tahun kemudian, menjelang Kyai Bicak tutup usia. Dia berpesan pada istri keduanya, agar kelak senjata pusaka gong ini dijadikan pelindung warga Lodoyo dari marabahaya. Dan, harus dijaga kebersihannya dari segala bentuk kotoran.

Tulong mbok Rondho, pusoko iki openono, sucekno saben tanggal 12 Mulud…” (“Tolong pusaka ini selalu dimandikan/disucikan setiap tanggal 12 Rabiul Awal,”) begitu pesan Kyai Bicak pada sang istri kedua, seperti ditirukan Mbah Palil, 86 tahun usia beliau.

Lalu menurut Mbah Palil lagi, mulai saat itulah istri kedua Kyai Bicak setiap tanggal 12 Rabiul Awal, membersihkan pusaka bersama pasukan-pasukan Lodoyo. Namun, kini waktu pelaksanaannya terkadang diadakan saat sehari sebelum atau sesudah tanggal itu.

Siraman Gong Kyai Pradah diadakan di Alun-alun ibu kota eks Kawedanan Lodoyo yang terletak di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Mulai beberapa hari pelaksanaan siraman warga mulai sibuk mempersiapkan, bahkan tak ketinggalan pedagang-pedagang yang tak mau melewatkan momen ini, untuk berjualan di sekitar tempat acara.

Begitu populernya siraman Gong Kyai Pradah, membuat ribuan orang mulai berduyun-duyun sejak pagi hari dilaksanakannya prosesi siraman (tahun ini dilaksanakan besok, tanggal 17 Februari 2011). Mereka tak hanya datang dari Kota Blitar dan sekitar saja. Melainkan ada yang sengaja datang dari luar kota. Kehadiran mereka bukan sekedar berharap berkah air siraman gong, namun ada yang memanfaatkan acara ini sebagai wisata budaya.

Buat kalian yang penasaran seperti apa prosesi pelaksanaan ritual siraman Gong Kyai Pradah ini, besok (Kamis Wage 17 Januari 2011) datang aja langsung ke Kawedanan Lodoyo. Okee? Siapa tau kecipratan air siramannya, (kata mitos) bisa awet muda Loohhhh…!!!😆

About igo_adrian

I'm a dreamer, I'm a gamer, I'm a musician, I'm an artist, I'm Virgo A'raaf. View all posts by igo_adrian

One response to “Ritual Siraman Gong Kyai Pradah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: