‘Sudden Death’ saat Maen Bola? Bisa Terjadi Pada Siapa Saja


Sebelumnya ane turut berbela sungkawa perihal kematian Adjie Massaid, anggota DPR-RI, manager timnas sepakbola U23, sekaligus selebritis, yang meninggal setelah bertanding/berlatih/bermain futsal bersama teman-temannya.

Kejadian serupa tidak hanya terjadi di kalangan selebritis sana saja, teman SMP saya (Alm.) Abil Arqom juga mengalami hal serupa pada tahun 2009 lalu (Rest in Peace, friend..). Masih ingat pelawak Basuki? Tahun 2007 lalu Ia juga meninggal setelah bermain futsal. Lantas, adakah hubungan antara kematian dan futsal?

Dari Mbah Google ane nemu artikel dalam situs www.susukolostrum.com dengan judul Mati Mendadak Saat Berolahraga, Mengapa? (dibuat 8 Agustus 2008). Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa olahraga sangat penting untuk kesehatan jantung. Menurut Dr. Michael Triangto, Sp.KO, olahraga bermanfaat antara lain untuk menguatkan otot, tulang, jantung, dan paru-paru, serta melancarkan peredaran darah.

Lalu, mengapa orang justru meninggal mendadak saat sedang berolahraga? Adakah olahraga tertentu yang membahayakan kesehatan? Olahraga apa saja yang baik untuk kesehatan jantung?

Menurut Kepala Departemen Kedokteran Olahraga PB PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) ini, jenis olahraga yang dianjurkan untuk memelihara kesehatan bukan olahraga prestasi atau yang sifatnya permainan, seperti bulutangkis, tenis, sepakbola, ataupun futsal. “Olahraga yang sifatnya permainan tidak dianjurkan karena temponya bisa tiba-tiba cepat atau tiba-tiba melambat,” ujarnya.

Banyak kejadian meninggal saat melakukan olahraga prestasi, terutama pada mereka yang memillki risiko tinggi mengalami gangguan jantung. “Terutama jika umur sudah di atas 50 tahun,” katanya. Untuk menghindari musibah tersebut, Dr. Michael menganjurkan mereka yang berisiko mengalami gangguan jantung memilih olahraga jenis aerobik saja. Jalan cepat, joging, berenang, bersepeda, dayung, atau senam jantung sehat tidak membahayakan kerja jantung.

Olahraga jenis aerobik dianjurkan karena memacu kerja jantung secara bertahap. Pengertiannya, olahraga jenis ini memacu jantung untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya guna memenuhi kebutuhan oksigen ke seluruh tubuh. Minimal olahraga ini dilakukan 15-30 menit secara rutin tiga kali sepekan, dalam hari yang tidak berurutan. Hal ini untuk meningkatkan kebugaran. Menghindari lift, lalu naik tangga juga termasuk olahraga aerobik. Parkir mobil di tempat yang jauh dan pintu masuk, lalu berjalan, juga sangat dianjurkan.

Meski tidak mungkin, semoga ini adalah yang terakhir dalam dunia Olahraga (because I love sport! :)) dan sakit memang ditinggal pergi seseorang yang kita cintai, apalagi untuk selamanya?

NB: Beberapa pemain sepakbola (non-futsal) yang meninggal setelah (atau) saat berada di atas lapangan antara lain: Marc-vivien Foe (Kamerun), Daniel Jarque (Spanyol/Espanyol), Antonio Puerta (Spanyol/Sevilla), Miklos Feher (Hongaria/Benfica), Eri Irianto (Indonesia/Persebaya).

 

About igo_adrian

I'm a dreamer, I'm a gamer, I'm a musician, I'm an artist, I'm Virgo A'raaf. View all posts by igo_adrian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: