SPG oh SPG….


Apa yang kalian pikirkan ketika sebuah pekerjaan seperti SPG yang merupakan singkatan dari Sales Promotion Girl disebutkan oleh seorang wanita sebagai pekerjaan utama, atau hanya sekedar pekerjaan sambian semata? Cantik? Mulus? Bahenol atau mungkin murahan? hm… Jangan emosi dulu.. Dibaca dulu sampai habis ya….πŸ™‚

Berbagai pemikiran positif maupun negatif memang kerap mewarnai pekerjaan itu. Begitu pula dengan pemikiran ane tentang pekerjaan sebagai sales promosi tersebut. Jujur, bukannya ane sombong, ane memang belum pernah mencicipi pekerjaan tersebut. Berharap? Tentu tidak (karna ane cowok…wqwqwqqw, mungkin SPB kali ya???), tapi ane juga tidak menolak bila suatu saat pekerjaan tersebut memang harus saya jalani. Rejeki orang siapa yang tau sih?πŸ˜†

Diatas, kenapa ane sebut seorang SPG kerap diwarnai pikiran positif dan negatif? Tentu saja hal tersebut tak terlepas dari cerita dan pandangan orang-orang yang pernah ane kenal and share their ideas ’bout this kind of job.

Negatif-nya SPG

Seperti halnya kutub magnet, manusia dan segala jenis pekerjaannya pun memiliki tanggapan yang postif dan negatif. Negatifnya seorang SPG mungkin tak sekali ane (juga temen2 laen…) temui. Cuma terkesan cantik, judes, tidak ramah, tukang ngrayu atau entah apalagi ciri lain dari SPG yang sering saya temukan. Banyak juga yang sering menganggap SPG sebagai perempuan murahan, karena kondisi di lapangan tentu saja tak sama dengan teori yang sering dielu-elukan. Sulit memang, tapi tetap saja.. Ada yang seperti itu. Dengan dalih uang bulanan yang tak cukup-lah, kebutuhan jauh lebih banyak-lah dan masih banyak lagi alasan lain yang membuat SPG menjadi terkesan negatif bila dipandang orang awam terutama para ibu beranak bujang. Takut-takut si anak tertarik gadis SPG, cuma bisa beli make up.. ups..πŸ˜€

Tidak menampik, seorang SPG tentu dituntut untuk terlihat cantik dan menarik. Sesungguhnya SPG juga sebuah pekerjaan yang dapat digunakan sebagai pelatihan iman dan kesabaran. Melatih iman karena tak sedikit pria-pria nakal berduit menarik iman untuk β€˜menjual’ produk yang bukan merupakan produk jajaannya. Melatih kesabaran karena tak sedikit setelah mengoceh mengeluarkan sekian banyak kata, kalimat dan rayuan si calon pembeli justru urung membeli produknya. Tak hanya itu, kesan ramah dan pintar juga harus melekat pula pada pekerjaan SPG. Jangan sampai ketika sang calon pembeli menanyakan spesifikasi produk si SPG cuma plonga-plongo kebingungan. Bisa-bisa si calon pembeli kabur sambil nyeloteh β€œCantik-cantik kok blo’on..” Haduuuh..

Positif-nya SPG

SPG kerap kali membantu meyakinkan pembeli untuk membeli produk yang ditawarkannnya. Ia diharapkan ramah dan lembut dalam bertutur kata. Hal ini berlaku ketika ane liat seorang SPG di beberapa acara off air di Radio tempat ane kerja…. Kala itu ane sedang bertugas di acara off-air dengan sponsor sebuah produk minuman ion yang tergolong baru di Blitar (Ane gak mau sebut merk, gak dapet Royalti..! wqwqwq). Dan tanpa ane minta tolong, dia udah nawarin + ngejelasin semua hal yang berkaitan dengan produk itu.. Salut lah..Dia gak cuma ‘jual tampang’…tapi emang bener-bener ngerti dengan produk yang memang ia musti jual. Boleh di bilang, SPG tu striker/ujung tombak suatu perusahaan untuk memasarkan produk mereka, dan itu adalah pekrjaan yang susah dan membutuhkan kesabaran…

Salut deh buat mbak2 dan adek2 SPG…!! Maju terussss, apapun pekerjaannya, yang penting minumnya…..!!!πŸ˜†

C U.. G B U All…

About igo_adrian

I'm a dreamer, I'm a gamer, I'm a musician, I'm an artist, I'm Virgo A'raaf. View all posts by igo_adrian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: