BULIR PERAK


Lonceng itu terdiam setelah mengaduh puluhan kali,
lelap jadi keramaian malam ini,
sedang aku bermain dengan kerisauan tawa yang memecah anggun gerakan awan gelap itu.

Bagai tersadar dari ketidakwarasan,
bulir-bulir perak memancar pelan di antara celah pipiku,
terbangun karna biasanya kau ada disisiku.
Sangat dekat,
bahkan dengan sekejap aku mencumbu dan menciumi kamu.
Aku tersadar lagi,
itu sebuah impian yang sedang tumbuh.
Semoga bisa mekar dan sebarkan wanginya disetiap bisikan semilir angin ini.

Sebuah elegi kerinduan yang begitu rapuh,
tersapu keangkuhan yang tegak berdiri menatap jiwaku.

My Room, 4:28 a.m.
Virgo A’raaf
‘feb 2008

About igo_adrian

I'm a dreamer, I'm a gamer, I'm a musician, I'm an artist, I'm Virgo A'raaf. View all posts by igo_adrian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: