‘Wonderkids’ Jagad Sepakbola (Part 2)


Oke, kemarin saya sudah menulis tentang football wonderkids di posisi Goalkeeper. Kali ini mari kita tengok siapa saja pemain bola yang lain yang patut kita tunggu kiprah-nya di masa depan. ;)

Kalau kemarin anda-anda, sampeyan-sampeyan, kemarin nonton Community Shield antara duo Manchester, City VS United, kita bisa lihat ada beberapa pemain muda (terutama MU), yang tampil di final dan bermain cukup bagus. Sebut saja Chris Smalling, bek muda MU yang juga mencetak gol. Ada juga Phil Jones, Tom Cleverly, Rafael, atau di bench Man. City ada nama Stefan Savic, yeah.. They are Wonderkids!!!

Ini dia lanjutan tulisan kemarin….

DEFENDERS

Raphael VARANE (Real Madrid)

Di usia yang masih sangat muda (18 tahun), Varane telah dibeli klub sebesar Real Madrid seharga 10 juta Pounds, setelah sebelumnya Ia juga menjadi incaran Sir Alex Ferguson. Sebelum dibeli Madrid, Varane bermain selama satu musim di tim senior RC Lens (Ligue 1 Perancis). Dan di usia-nya yang saat itu masih 17 tahun, dia tercatat membela RC Lens di kompetisi kasta tertinggi Perancis sebanyak 28 kali dan mencetak dua gol. Berposisi asli sebagai bek tengah (centreback), Varane juga sering dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Well, kita lihat saja bagaimana kiprah Varane bersama Los Galacticos. Melihat komposisi pemain di Madrid yang sangat waah, mungkin Varane butuh waktu untuk bisa menembus tim inti Madrid. Dia masih muda, karir-nya masih panjang, dan semoga saja wonderkid satu ini bisa mencapai atau bahkan melampaui ekspektasi. Let’s see.. :D

Name: Raphaël Varane

POB/DOB: Lille, Perancis, 25 April 1993

Career: RC Lens (2010-2011), Real Madrid (2011-…)

Achievements: France U-17 & U-21 starting eleven

Phil JONES

Phil Jones adalah salah satu bakat terbaik untuk sepakbola Inggris. Sebelum dibeli MU pada musim ini, Jones adalah pemain Blackburn Rovers dan telah membela tim liga premier Inggris itu baik di tim junior maupun di tim senior.

Saat masih berusia 17 tahun (di musim 2009/2010), Jones tampil di level senior Blackburn Rovers sebanyak 9 kali. Musim lalu, Ia menjadi salah satu pilihan utama di tim inti Blackburn Rovers dengan bermain sebanyak 26 kali.

Well, kita lihat saja, bagaimana Sir Alex Ferguson ‘mengolah’ wonderkid ini menjadi ‘sesuatu’ di masa depan.

Name: Phil Anthony Jones

POB/DOB: Preston, 21 Februari 1992

Career: Blackburn Rovers (2009-2011), Manchester United (2011-…)

Achievements: FA Community Shield (2011), England U-19 & U-21 starting eleven

Another wonderkids on this position:

- Stefan Savic / 20 tahun / Serbia / Manchester City

- Danny Wilson / 19 tahun / Skotlandia / Liverpool

- Matteo Mussacchio / 20 tahun / Argentina / Villareal

- Kyryakos Papadopoulos / 19 tahun / Yunani / Schalke 04

- Tobias Figueireido / 17 tahun / Portugal / Sporting CP

- Chris Smalling / 20 tahun / Inggris / Manchester United

- Tomas Kalas / 18 tahun / Rep. Ceko / Chelsea

…to be continued. :lol:


‘Wonderkids’ Jagad Sepakbola (Part 1)


Barusan nonton Supercoppa Italiana 2011. Selamat dulu deh, buat AC Milan dan Milanisti yang merayakan kemenangan atas rival se-kota.. ;)

Nah, apa yang akan saya tulis ini nggak jauh-jauh dari dunia olahraga paling populer sekolong jagad raya, SEPAKBOLA. Orang Inggris bilang Football, orang Amerika bilang Soccer, orang Blitar bilang Bal-balan, alah embuh lah, yang penting sepakbola memang olahraga paling yahud.. :D

Dunia sepakbola seperti-nya nggak pernah berhenti menelurkan pemain-pemain bintang. Sebut saja Pele, Maradona, atau Lionel Messi? Mereka adalah beberapa contoh pemain sepakbola yang dimasa kemunculannya (ketika masih muda), sudah disebut-sebut akan menjadi future star di sepakbola. Dan, terbukti!!

Bibit-bibit baru di sepakbola (bintang masa depan) paling lazim disebut wonderkids. Biasanya mereka yang disebut wonderkids adalah para pemain yang masih berusia 20 tahun kebawah (16 – 20). Di pertandingan supercoppa tadi, mungkin kalian semua melihat aksi Luc Castaignos (pemain Inter dengan nomor punggung 30). Meski Inter kalah, Luc bermain cukup lumayan. Dia adalah salah satu contoh wonderkids karena usia-nya masih 18 tahun! Calon bintang masa depan… :lol:

Oke, mari.. Ini saya punya beberapa wonderkids pilihan, yang menurut saya bisa bersinar di dunia sepakbola di masa depan:

GOALKEEPER:

David DE GEA (Manchester United)

Nggak bisa dipungkiri lagi, wonderkids di posisi penjaga gawang adalah milik kiper baru MU ini! Di usia yang belum genap 20 tahun, De Gea sudah menjadi kiper utama Atletico Madrid dan membantu tim se-kota Real Madrid itu menjadi juara Europa League pada 2010.

Di usia yang sangat belia itu bahkan De Gea dipercaya pelatih sekaliber Sir Alex Ferguson untuk menjadi penerus kiper legendaris Edwin Van Der Saar.

De Gea dikenal memiliki refleks diatas rata-rata dan komunikasi yang baik dengan para pemain belakang. Banyak yang menyebutnya sebagai ‘The Next Iker Casillas’, padahal De Gea tumbuh dan mengecap pendidikan sepakbola dari akademi sepakbola Atletico Madrid, rival Real Madrid, sejak usia 10 tahun.

Kita nantikan saja bagaimana kiprah De Gea bersama MU di musim ini. Meski banyak yang meragukan kematangannya sebagai pemain karena usianya, semoga De Gea benar-benar bisa membuktikan dia layak disebut Wonderkids! ;)

Facts about David De Gea

Name : David De Gea Quintana

POB/DOB: Madrid, 07 November 1990

Career: – Atletico Madrid (2001-2011), Manchester United (2011-….)

Achievements: UEFA Europa League (2009/2010), UEFA Super Cup (2010), UEFA Euro Cup U-17 (2007), UEFA Euro Cup U-21 (2011), UEFA Euro Cup U-21 Team of the Tournament (2011)

Matej DELAC (Chelsea)

Nama Matej Delac tentu sangat asing di telinga sampeyan semua, tapi buat yang dmen maen Football Manager, Delac cukup terkenal! :lol:

Eits, nggak cuman di dunia game, di dunia nyata-pun, Delac cukup dikenal sebagai wonderkids! Nggak percaya? Coba tengok curriculum vitae-nya:

Di usia 17 tahun, Delac adalah kiper utama tim liga premier Kroasia, Inter Zapresic. Dan setelah penampilannya yang menawan bersama Inter Zapresic, Delac kemudian ditunjuk pelatih Kroasia, Slaven Bilic, sebagai kiper ketiga timnas Kroasia di kualifikasi piala dunia 2010! Hebat nggak tuh…!? Di usia 17 tahun Bro!!!

Pada 2009, Delac dikontrak oleh Chelsea, namun karena aturan permit kerja di Inggris, Delac baru bisa bergabung dengan skuad Roman Emperor pada 2010. Memang, Delac belum pernah bermain di kompetisi resmi Chelsea, namun patut kita tunggu aksi-nya di musim ini di Eredivisie Belanda bersama Vitesse Arnhem, karena Delac dipinjamkan disana semusim penuh. Okay, just wait and see, what can he do in the future;)

Facts about Matej Delac

Name: Matej Delac

POB/DOB: Gornji Vakuf-Uskoplje, Bosnia and Herzegovina, 20 Agustus 1992

Career: – Inter Zapresic (2009/2010), Chelsea (2010-…), Vitesse (2011-…) (pinjaman dari Chelsea)

Achievements: Third Goalkeeper of Croatian National Team (2010)

Another Wonderkids on this position:

- Wojciech Szczesny (Polandia/Arsenal) – 20 tahun

- Andrea Seculin (Italia/Fiorentina) – 20 tahun

- Luis Guilherme (Brazil/Botafogo) – 18 tahun

- Carlo Pinsoglio (Italia/Juventus) – 20 tahun

- Alex Smithies (Inggris/Huddersfield) – 20 tahun

Nah, itu beberapa nama calon bintang masa depan sepakbola di posisi kiper. Udah dulu nge-blog-nya… besok dilanjutin lagi. Mau ditinggal nge-cat dulu, bentar lagi lebaran, rumah musti keliatan kinclong! :lol:

See ya… ;)

 


Selalu Ada Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil…


Phew.. Berapa abad saya tidak mem-posting di blog ini? LOL :lol Yah, masa transisi broer, harap maklum..

Okeee, kali ini saya mau curhat, hahahha, atau lebih tepatnya berbagi pengalaman. Penting broer! Terutama buat anda-anda yang akan atau yang sudah berkecimpung di dunia kerja.

Ada kalanya kita kesulitan untuk mencari kerja, ada pula kita justru dibuat bingung karena kita dapat panggilan kerja atau interview di perusahaan yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan. Untuk saya, kasus yang kedua pernah saya alami.

Setahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan besar di Borneo Island, namun karena pada saat itu saya sudah masuk kerja di perusahaan lokal ternama (di kota sendiri), meski cuma baru DUA hari, akhirnya saya tidak menghadiri panggilan kerja untuk perusahaan di Borneo itu. Dan beberapa bulan kemudian, saya MENYESAL. Apa masalahnya?

Begini, ketika saya masuk tahapan interview, ketika saya sudah sangat dekat untuk diterima di perusahaan lokal, mungkin saya termakan janji-janji kosong dari perusahaan itu. Janji kosong seperti apa? Ya begitu, mulai dari gaji yang segini lah, dari janji kesejahteraan seperti itu lah, yang setara dengan perusahaan luar lah, bla bla bla… Dan hasilnya, pushhhhhhhhh…. nol!

Dari sini, saya bisa mengambil beberapa pelajaran berharga untuk karir saya kedepannya:

1. Perusahaan bonafide,

Jangan menilai sebuah perusahaan, kantor, instansi dari luarnya saja. Pepatah klise mengatakan, don’t judge a book from its cover. Memang benar, tempat kerja megah dari luar, belum tentu ‘megah’ pula manajemen dan sistemnya. Ada baiknya sebelum anda mengambil keputusan untuk menerima pekerjaan di sebuah perusahaan, anda cari tahu dulu dari orang dalam, sistem kerja dan manajemennya seperti apa, jadi anda bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk.

2. Hitam diatas putih,

Ini juga penting. Perjanjian kontrak kerja. Sebagai karyawan, anda perlu tahu HAK dan Kewajiban anda. Berapa lama waktu training anda, jam kerja seperti apa, sistem penerimaan dan perhitungan salary-nya bagaimana? Dan itu perlu anda ketahui dari sebuah perjanjian kontrak, anda membubuhkan tanda tangan diatas materai. Pasalnya, ada beberapa perusahaan yang mengaku bonafide, tapi tak ada kejelasan status karyawan. Selama setahun ada disana, status anda terus-terusan sebagai karyawan training, padahal dalam PERJANJIAN, anda hanya menjalani masa training selama 3 bulan + 3 bulan masa evaluasi (6 bulan total). Yang seperti ini namanya melanggar perjanjian, anda bisa menuntut perusahaan tersebut karena telah menyalahi aturan ketenaga kerjaan. Hati-hati menghadapi kasus seperti ini.

3. Kepemilikan,

Kepemilikan perusahaan ada dua: Perusahaan perorangan dan perusahaan yang dimiliki bersama (penamaman modal & saham). Pintar lah memilih jenis kepemilikan ini. Di sebuah perusahaan perorangan, pemilik memiliki kekuasaan mutlak, yang bahkan HRD (human resources departement) hanya jadi ‘wayang’ saja. Ketika pemilik merasa tidak suka dengan kita (kadang dengan alasan irrasional, atau karena ada laporan2 ngawur dari ‘tangan kanan’), siap-siap saja angkat koper dari perusahaan itu. Kasus yang seperti ini jarang ditemukan di sebuah perusahaan yang dimiliki bersama.

4. Jarak tempat kerja,

Yang ini tak kalah penting, jangan sembarangan memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan hanya karena kediaman kita dekat dari lokasi. Kalau memang kita pengen sukses, pengen punya jenjang karir yang luas dan menjanjikan, jangan ragu untuk memilih tempat kerja sekalipun itu di luar kota atau di luar pulau. Jenjang karir anda penting.

Nah, itu saja mungkin (soalnya yang diinget sekarang cuma yg itu, hehehe). Yang jelas dari pengalaman yang saya alami, saya banyak belajar banyak hal dan mulai sekarang saya harus ‘pintar’ memilih. Kita, karyawan, pekerja, punya hak yang absolut untuk menuntut hak setelah semua kewajiban kita jalankan. Jangan mau dibodohi… Oke!? ;)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.